BERTAHAN HIDUP DENGAN KARTUN

Published 28/07/2007 by martono loekito

Apa kabar kartunis Indonesia? Senang anda mampir di blog saya. Saya mungkin kartunis tua yang masih aktif di Indonesia. Bertahan dengan hidup sebagai kartunis sudah 27 tahun. Banyak hal yang saya dapatkan dari dunia kartun yang tidak saya peroleh jika saya tak terjun ke sana. Secara materi mungkin tak seberapa. Tapi saya senang dan menikmati sebagai katup penyelamat dalam kejenuhan hidup dan bekerja sebagai guru. Senang bisa banyak berbagi dengan teman-teman kartunis lainnya. terutama kartunis muda yang mungkin ingin mendengar cerita tentang dunia kartun, atau justru menjadi guru bagi saya dalam menekuni dunia kartun.
Dunia kartun mengartun sebenarnya dunia yang menjanjikan jika kita mau menekuninya secara sungguh-sungguh. Banyak teman-teman kartunis (bahkan saya sendiri pada mulanya) mengira dunia kartun itu berhenti pada kartun kita hanya dimuat di media, mendapat honor, selesai. Atau paling banter menjadi karikaturis tetap di sebuah media. Dalam perjalanan kekartunan saya, ternyata saya mendapat kesimpulan bahwa anggapan saya tersebut salah besar. Mengandalkan kartun kita dimuat di media tidaklah banyak menjanjikan. Keberadaan media yang memuat kartun lepas bisa dihitung dengan jari, selain itu honorarium yang kita terima sungguh membuat kita sesak dada. Belum lagi persaingan antar kartunis yang bukan main kerasnya, itu semua memaksa kita untuk mensiasati pasar. Bagaimana caranya? Ada banyak wilayah yang bisa kita jangkau dengan kartun. Ikut lomba kartun internasional misalnya. Dari hasil browsing saya di dunia maya, event lomba kartun internasional paling banyak di antara event lomba lain.
Ngomongin lomba kartun internasional, kartunis Indonesia Jitet Koestana merupakan kartunis Indonesia yang paling rajin mengikuti event internasional, dan juga memenangkan berbagai penghargaan. (baca halaman Artikel Kartun). Tetapi untuk mencapai hal tersebut perlu kerja keras karena pesaingnya ratusan kartunis dunia. Ongkos perangkonya pun cukup menguras kantong. Tapi coba pula ikuti yang lewat internet, lumayan ngirit.
Dunia lain yang bisa kita rambah adalah dunia buku anak. Banyak sekali ilustrator buku untuk anak berangkat dari kartunis. Di negara kita ini buku cerita anak produksi lokal sangatlah jarang. Kalaupun ada kualitasnya kurang layak. Kita harus menjawab tantangan tersebut. Sanggupkah kita? Jawabannya tergantung dari kita. Kalau kita mau belajar banyak hal, pasti sanggup. Saya pernah ngobrol tentang Jitet dengan Mas Darminto. Mas Dar bilang mengapa Jitet kartunnya kuat karakternya? Jawabannya adalah karena Jitet belajar filsafat. Obrolan itu mengilhami saya tentang sebuah usaha dalam mencapai sesuatu. Sebuah kesuksesan tak akan kita raìh tanpa kerja keras. Kerja keras tak akan ada artinya jika kita tak ada ilmu yang mendasarinya
Lain kali saya teruskan tulisan ini…

Salam kartun!

11 comments on “BERTAHAN HIDUP DENGAN KARTUN

  • Mas senang sekali melihat jumlah gambar yang dipajang makin bertambah dan cukup seru. Saran saya, kalo setiap gambar diberi judul/caption dan mungkin sedikit penjelasan latar belakangnya, pasti makin seru. Syukur ada data dibuat tahun berapa dan sebagainya. Anda sudah bikin “museum” untuk karya-karya anda sendiri he he he!

    Salam semangat selalu.
    dar ms

  • Maturnuwun mas, ya saya setuju ide mas dar. Ilmu mas dar juga saya tularkan kepada kartunis lain untuk membuat blog agar menjadi museum bagi dirinya sendiri.
    Saya ingin terus menambah koleksi kartun saya, namun waktu juga yang membuat saya nggak sempat-sempat. Pasti lain waktu akan saya laksanakan.
    Salam hormat saya
    martono

  • Apa yang ditulis mas diatas benar, banyak kesempatan untuk kartunis, misalnya menjadi seorang ilustrator buku, contohnya, saya. Semula saya yang tamatan SMA ini seorang kartunis, pernah menjadi lustrator buku pelajaran disalah satu penerbit di jakarta hampir sekitar 5 tahun. caranya mudah belajar aja terus, jangan puas dengan hasil gambar kita selama ini, manfaatkan setiap kesempatan. sekarang walaupun saya bukan ilustrator lagi tapi saya tetap respek terhadap kartun. Dan siap kembali lagi untuk ngartun disamping pekerjaan saya sebagai design cover/promosi sekarang ini. Maaf nulisnya buru-buru soalnya mencuri waktu kerja nih.

  • sebagai kartunis karena jiwa untuk menggambar itu gak bakal hilang , karna jiwa itu gak ada pada jiwa orang lain dan pasti tidak sama
    makanya tak kan terpadamkan trus mengalir …

  • Salam kenal dan salam hormat buat Mas. Saya bukan orang kantoran, tapi menjadi seniman belum menjadi pilihan. Saya senang nggambar dan waktu SMA pernah menang lomba karikatur. Meski cuma sampai 2 besar bangganya bukan main, karena saya berusaha keras untuk itu, dan gairah jiwa saya memang seni grafis dan visual. Sekarang saya hidup dan menghidupi keluarga dari bisnis non-formal yang jauh dari kartun. Sesekali kalau kangen ngartun, saya sempatkan nggambar satu atau dua. Saya setuju dengan menjadi profesional di bidang kartun. Tapi teman-teman kartunis hendaknya memperluas pula wawasan tentang ilmu keuangan dan manajemen agar punya bisnis sampingan yang bisa diandalkan bila suatu saat kita tak kuat lagi ngartun alias pensiun. (Berdasarkan pengalaman)Makasih…Salam…

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: