Ketika aku berada di dunia yang tak terduga

Published 19/10/2007 by martono loekito

desain-internet.jpg

Makna Sebuah Titipan
(WS Rendra)

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :
sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”


KETIKA SAYA BERADA DI DUNIA YANG TAK TERDUGA

Tiba-tiba saya berada dunia yang tak terduga. Dunia kartun mengartun. Lebih dari seperempat abad saya di sana, dunia yang tak pernah saya mengerti mengapa saya ada di dalamnya.

Saya seorang guru matematika di SMP Negeri 212 Jakarta. Dua dunia yang kata orang saling berseberangan. Tetapi ternyata dua dunia yang berbeda ini justru memberi saya semacam katup penyelamat dalam kejenuhan. Tak semua orang memilikinya. Saya bangga, saya menikmatinya.

Perjalanan dunia kartun saya demikian panjang, terkadang melelahkan, terkadang penuh debar, terkadang penuh senyuman, terkadang pula tragis. Proses pembelajaran yang tak saya dapatkan di bangku sekolah, memperkaya pengalaman hidup saya, mungkin bisa menjadikan orang lain, terutama kartunis muda yang seringkali putus asa karena tersandung kegagalan dan kemudian terjerembab dan tak bangun lagi, sebagai semacam guru langsung, guru hidup, sehingga tak merasa apa yang telah dilakukannya tak dirasa sebagai sebuah kegagalan total.

Saya bukanlah seorang kartunis yang tumbuh dari latar belakang pendidikan seni rupa atau semacamnya. Saya belajar sendiri, dengan sedikit bakat, dengan semangat nekat.

Saya tak pernah merasa puas, apalagi merasa berada di puncak. Karena memang saya tak mungkin mendapatkan itu dengan modal pengetahuan yang saya miliki. Bukan kualitas karya yang ingin saya tularkan, tetapi semangat untuk bertahan dalam dunia mengartun. Banyak kartunis hebat dengan bakat alam yang luar biasa dan memiliki kesempatan pula untuk tumbuh kembang. Mereka bukanlah saingan saya, itu sebabnya saya senantiasa mencari pasar yang orang tak pernah meliriknya.

Saya ingat kata Darminto M Sudarmo, seorang pengamat kartun terkenal Indonesia, bagaimana saya tiba-tiba muncul di sebuah media kecil, tiba-tiba juga muncul di Kompas. “ Heran saya dengan Anda, blusak-blusuk (keluar masuk) kemana saja.” Apa yang dia katakan bukanlah semacam pujian bagi karya-karya saya, tetapi justru semacam pujian bagi semangat saya dalam dedikasi saya bagi dunia kartun.

Sungguh, saya akan senang jika saya bisa berbagi dengan orang lain. Ilmu sih tak seberapa, tetapi pengalaman panjang, semangat bertahan, dan mensiasati hidup, insyaallah itu saya miliki. Salam kartun!


5 comments on “Ketika aku berada di dunia yang tak terduga

  • pak mau tanya, gimana sih caranya mengirim gambar kartun/komik ke koran atau majalah agar sering DIMUAT Terus terang dari dulu saya nggak pernah tau caranya? apa mesti pakai surat lamaran, CV, atau SKKB gitu, makasih atas jawabannya. semoga sukses terus.

  • teruskan berkartun. bro menghidangkan suatu nikmat yang unik. akal dan jari serentak melakar menerjah org lain yang juga punya akal tetapi jarinya kaku.
    moga kreatif bro diredhai Allah. salam ramadhan kareem.

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: