Memancing di Air Century

Published 28/12/2009 by martono loekito

Pansus Hak Angket Bank Century jangan membawa agenda tersembunyi di balik hak yang akan dilakukan DPR. Pansus kini terfokus hanya kepada kesalahan Boediono-Sri Mulyani, padahal yang krusial adalah menyingkap aliran dana Bank Century dan siapa yang terlibat serta bertanggung jawab.

“Hal itu dianggap semakin menunjukkan Pansus Century kuat dengan kepentingan Partai Golkar. Itu harus dicegah dan dihindarkan. Sebab tuntutan bagi penuntasan skandal Bank Century secara transparan dan menyeluruh merupakan tuntutan masyarakat madani, dan bukan lagi urusan Partai Golkar semata,’’ kata Tisnaya Kartakusuma, pengamat hukum lulusan Universitas Indonesia dan Sorbonne University.

Hak angket masuk dalam ranah politik yang digunakan DPR untuk mengawal dan mengontrol program pemerintah yang dinilai ada persoalan. Jika nantinya penyidikan aliran dana Bank Century itu sudah diambil alih oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK), maka kasus itu sudah masuk dalam ranah hukum. “Bila kasus itu sudah diambil alih oleh KPK dan sudah masuk ranah hukum, maka DPR jangan lagi mencampuri dan memancing di air keruh yang akan menambah kebingungan masyarakat. Air keruh pansus Century harus dicegah,” kata Tisnaya.

Masyarakat menginginkan kasus itu diungkap secara transparan, supaya bisa diketahui siapa yang terlibat dan ikut menilap uang negara tersebut. Jalur hukum KPK adalah satu-satunya cara yang tepat untuk mengungkap kebenaran. Saat ini KPK dinilai lembaga hukum yang dapat diandalkan untuk mengusut kasus tersebut.

Presiden SBY sudah memerintahkan agar kasus Bank Century ini dibuka seluas-luasnya, secara terang benderang dan diselidiki ke mana aliran dananya. Presiden juga memerintahkan agar dana talangan Rp6,7 triliun yang bermasalah itu dikembalikan kepada negara.

Dukungan semua pihak untuk mendorong KPK mengusut kasus tersebut akan lebih baik, karena hasilnya nanti akan bermuara di pengadilan dan penjara bagi yang terlibat.

Dari sisi politik, ungkap Tisnaya, pengesahan hak angket hendaknya membawa ke arah pengungkapan kasus aliran dana Bank Century untuk ditindaklanjuti ke ranah hukum, sehingga masyarakat tidak lagi bingung dan terpecah menyikapi polemik hukum yang kini terjadi.

Pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya juga mengingatkan bahwa konflik Sri Mulyani dengan anggota pansus Bambang Soesatyo menunjukkan terlalu kuatnya nuansa konflik elit dan kepentingan Partai Golkar.

“Aroma kuning yang pekat (kepentingan Partai Golkar) amat kentara,” ujar Yunarto.

Hal itu, terlihat dari awal ketika Partai Golkar memasukkan Idrus Marham menjadi ketua pansus. Dilanjutkan dengan keributan antara Sri Mulyani dengan Aburizal Bakrie, dan terakhir lontaran Bambang Soesatyo tentang Robert Tantular.

Nuansa konflik elit yang terlalu kuat itu, menurut dia, telah menjadikan pansus berbelok arah menjadi terfokus pada penggulingan Boediono dan Sri Mulyani, karena penyalahgunaan wewenang mereka. Sementara hal ini tidak menjawab apakah Boediono dan Sri Mulyani bergerak atas inisiatif sendiri atau ada kepentingan besar lain. Semua itu perlu transparansi dan akuntabilitas, agar bisa jelas.

“Kita khawatir, yang membelokkan adalah anggota pansus itu sendiri,” tegas Yunarto. sumber: inilah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: