karikatur tabloid Toentas

Published 24/01/2010 by martono loekito

Anggota Dekat dengan BI, Pansus Dikhawatirkan ‘Masuk Angin’

Masyarakat harus mewaspadai kinerja Panitia Khusus (Pansus) Angket Centuri DPR yang dipimpin oleh Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Jangan sampai Pansus masuk angin di tengah jalan, karena beberapa anggotanya dikenal dekat dengan BI.

Hal itu terlihat dari latar belakang anggota Pansus Angket Century yang pada periode 2004-2009 duduk di Komisi XI DPR yang menjadi mitra kerja BI, maupun yang pernah menjadi pimpinan Fraksi yang memiliki hubungan baik dengan BI.

Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar pun sudah mulai melihat indikasi bahwa terhadap para pejabat yang diundang, khususnya pejabat BI maupun mantan pejabat BI, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh anggota Pansus tidak terlalu tajam.

“Ada dalam beberapa rapat Pansus pertanyaannya malah tidak terlalu tajam,” cetus Zainal ketika dihubungi Media Indonesia dari Jakarta, Minggu (10/1).

Walaupun dia tidak menilai Pansus sudah ‘masuk angin’ tapi
ketidaktajaman pertanyaan anggota Pansus untuk membongkar skandal Century dikhawatirkan adalah sebagai sebuah cara untuk menutupi ‘hubungan baik’ yang dimiliki antara beberapa anggota Pansus dengan BI. Dia menilai, tidak segeranya Pansus membuka dan menggali fakta-fakta baru adalah sebuah sikap dari kekhawatiran akan adanya serangan balik dari BI.

Sedangkan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menyatakan, selama 40 hari masa kerja Pansus Angket Century, kinerja Pansus belum pernah pindah dari masalah penentuan pengambilan kebijakan yang dilakukan BI.

“Mereka masih ingin menentukan apakah kasus Century itu sistemik atau tidak, strategis atau tidak,” ungkap Ray.

Dia menilai, Pansus terkesan kuat tidak mau menyelidiki aliran dana Century karena diduga pengungkapan aliran dana justru akan
menghancurkan citra semua partai politik di DPR periode 2004-2009. Sehingga, dikhawatirkan kesimpulan yang akan diambil oleh Pansus tidak mengarah pada adanya tindakan pidana. Tapi, lebih pada adanya perbedaan persepsi antar lembaga negara.

“Itu artinya tidak akan ada yang dihukum. Ini yang kita khawatirkan,” ujar Ray.

Dia khawatir kelompok yang ‘masuk angin’ justru bukan anggota Pansus, tapi sudah pada tingkatan fraksi di DPR. “Kalau anggota Pansus yang ‘main’ pasti akan terlihat, justru kita khawatirkan Fraksi yang ‘masuk angin’. Itu sulit ditolak oleh anggota Pansus. Apalagi SBY (Presiden) sudah mengancam akan mengevaluasi koalisi dalam beberapa
pernyataannya,” jelas Ray.(media indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: