Pejalananku di kartun

PERJALANANKU DI DUNIA KARTUN

Perjalananku di dunia kartun sungguh sebuah perjalanan yang amat panjang, lebih dari seperempat abad saya menekuni dunia ini. Dunia yang tak pernah saya dunia saya duga saya ada di dalamnya. Dimulai dari kekagumanku pada kartun-kartun yang ada di majalah KRIDA, majalah Korpri yang beredar di kalangan pegawai negeri di Jawa Tengah. Ayah saya almarhum adalah kepala sekolah yang setiap bulan mau tidak mau harus berlangganan majalah tersebut, juga kekagumanku pada kartun-kartun yang ada di majalah Intisari. Tetapi kekaguman itu tinggal kekaguman, karena tak tahu bagaimana teknik menggambar kartun untuk konsumsi majalah.

Entah bagaimana mulainya, ketika lulus SMA saya iseng-iseng menggambar kartun untuk majalah Humor yang saat itu baru terbit edisi perdananya. Ternyata dimuat! Itu terjadi di tahun 1980.Bukan main senangnya. Cuma saya agak lupa apa yang saya gambar waktu itu. Tetapi yang jelas saya fotocopy gambar tersebut, kemudian saya kirimkan ke kampung halaman dengan harapan orangtua bangga denganprestasianaknya.

Dari sanalah segalanya dimulai. Maka kartun-kartun saya kemudian menjelajah ke berbagai media di ibukota. Tentu saja dengan teknik yang kalau saya lihat lagi sangat naïf dan sangat jauh dari layak

image002.jpg

Humor, 1 Pebruari 1981

image001.jpg

Suara Pembaruan 5 Juli 1987

Kartun-kartun saya kemudian banyak dimuat di Sinar Harapan edisi Minggu yang kemudian berubah menjadi Suara Pembaruan. Dari Koran sore ini dimulailah perkenalan saya dengan kartunis besar di Indonesia. Saya mengenal Pramono yang merupakan tokoh kartunis di segani di tanah air, kemudian juga Anwar Rosyid, Gatot Eko Cahyono, Darminto M Sudarmo, Tukirno Hadi, Muhamad Nasir, dan beberapa kartunis lainnya.

Saat saya merasa mencapaipuncak prestasiadalah ketika saya memenangkan sebuah loba karikatur tentang lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh WALHI. Saat itu karya saya terpilih menjadi sepuluh karikatur terbaik. Bayangkan, diliput di televise dan dimuat di majalah GADIS. Wah, hebat sekali rasanya waktu itu. Bersama saya yang memenangkan lomba itu seingat saya antara lain Imam Subarjo, Non-o dan entah siapa lagi. Saya mengcoba mencari dokumentasi karikatur saya tersebut, namun belum juga ketemu. Majalah Sportif kemudian memanggil saya untuk mengisi rubric tetap tentang ringkasan olahraga selama dua minggu dalam bentuk kartun.

Saat penyerahan hadiah di AncolKetika PAKARTI (Persatuan Kartunis Indonesia) dibentuk, saya sempat ikut beberapa kali terlibat. Sayang, kesibukan saya sebagai seorang guru tidak bisa berlama-lama mengikuti perkembangan PAKARTI. Mengikuti kegiatan Pakarti hanya beberapa kali, seperti pertemuan kartunis di Ancol, semacam lokakarya di Departemen Kesehatan, dan sedikit kegiatan lainnya. Dunia kartun-mengartun selebihnya saya lakukan di rumah, dengan ilmu yang terbatas, wawasan yang dangkal, namun dibekali semangat yang tinggi.

image003.jpg

Harian Jayakarta, 11 Juli 1988

image005.jpguara Pembaruan, 15 Agustus 1993

Saya kemudian secara freelance mengisi secara tetap beberapa rubrik tetap di Majalah Ananda. Soal honorarium, jangan ditanya, lumayan. Dengan honorarium dari Ananda, biaya kelahiran anak saya yang kedua, Rendra, saya dapatkan. LumayanSayang sekali, majalah ini kemudian mulai meredup di pasaran, sebuah majalah yang memiliki kontribusi bagi dunia anak-anak, perlahan tumbang oleh persaingan. Maka kembali saya kehilangan sebuah tempat bekerja yang enak. Enak dalam arti saya bisa menggabungkan kehidupan saya sebagai seorang guru dengan dunia kartun.

image012.jpg

Tabloid Swadesi 1995

image014.jpg

Tabloid Swadesi, 9 Oktober 2004

Ini adalah kartun saya yang merupakan rubrik tetap di tabloid Swadesi. Tabloid Swadesi adalah tabloid pertama di mana saya bekerja sebagai karyawan tetap, artinya dapat gaji. Semula tugas saya adalah membuat ilustrasi untuk rubrikSurat Minggu Ini“, sebuah rubrik AD Donggo yang ada di halaman 3. Sedangkan BESUT , sebuah kartun strip adalah ide saya dan Harsoko Soediro (Pemred). Besut dalam bahasa Jawa berarti mengupas secara mendalam.

Bekerja di Tabloid Swadesi merupakan kebanggaan tersendiri karena selain gaji yang lumayan untuk ukuran waktu itu, keberadaan saya dianggap sejajar dengan staff redaksi yang lain. Dari sini saya kenal dengan banyak orang-orang media. Harsoko Soediro (Pemred) adalah pemain kawakan di dunia pers, pengagum berat Bung Karno, namun tergelincir karena dia masuk ke PDI Suryadi, sehingga Swadesi kemudian menjadi tak layak jual. TD Santosa (almarhum) adalah motor dari tabloid ini, sehingga ketika dia meninggal, Swadesi kehilangan arah. Didiek Danuatmadja, orang lama dari Inti jaya, yang kemudian mengajak saya berpetualang di dunia pers. Dengannya saya kemudian mengisi beberapa media lain seperti tabloid PODIUM,majalah Info Bisnis, dan beberapa media lainnya. Didiek Danuatmadja adalah seorang yang sangat jago dalam membuat headline sebuah berita. Bayangkan, ketika Podium terbit dengan mengangkat soal Ibu tien Soharto, maka tabloid ini laku sekali di pasaran, bahkan sempat fotocopynya dijual di jalanan. Sayang, Podium hanya beberapa kali terbit karena masalah internal.

Toentas, 4 September 2004

Tabloid Toentas adalah pelabuhan saya selanjutnya. Sebuah tabloid yang didirikan oleh Sri Haryanto yang baru saya tahu adalah teman saya ketika di Swadesi. Sebuah tabloid kecil, dengan honor yang kecil, tapi memberi saya kontribusi semangat

Perjalanan saya kemudian membawa saya bekerja di tabloid Peluang. Ketika saya masuk ke tabloid ini, sudah ada Tiyok yang ternyata adalah adik kandung Itos Boedi Santoso, dan Ipong.

Andaka, September 2004

Perjalanan terus saya lakukan, entah berapa jauh telah saya tempuh. Sebuah majalah anak-anak, Andaka mempunyai tempat tersendiri dalam perjalanan hidup saya. Bermula sebagai illustrator, merambat menjadi anggota redaksi, kemudian naik menjadi redaktur pelaksana. Cukup lama saya bertahan di sana. Tetapi suasana kerja dan rasa jenuh menghinggapi saya, sehingga akhirnya saya putuskan untuk keluar, setelah sebelumnya melahirkan tabloid Andaka Bintaro.

Roda, April 2005

Majalah Roda, majalah tiga bulanan . Bersama Dwiantosaputra, teman baik saya sewaktu di Podium dan Swadesi saya mengisi majalah ini. Saya akan mengenangnya sebagai tempat kerja yang menyenangkan. Dengan teman-teman yang ramah dan baik hati. Pak Parto yang ramah, mbak Nani yang cantik dan manis, bahkan Pak Denik Sukarya, pak bosnya juga nggak kalah ramahnya.

Capek juga menulis kisah perjalanan, lain kali akan saya lanjutkan….

39 comments on “Pejalananku di kartun

  • Wah, seru juga perjalanan kartunnya ya.. Saya pernah liat hasil karyanya di Andaka. Btw boleh tauk alamat & nomor telepon redaksi Andaka ga, Mas?
    Thanks in advance lho..

  • Makasih sudi berkunjung ke blog saya. Andaka saya nggak tahu masih ada apa nggak. Tapi yang pasti kabar terakhir udah pindah kantor.

  • sudah lama saya ingin bincang-bincang dengan mas martono tapi sulit sekali menemui mas, sekali bertemu (pemberian lomba karikatur YCAB yang terakhir) saya lihat mas sibuk sekaIi. Sementara ini saya hanya berdiskusi kartun dengan Mas Joko dan mas Amir Baid (PosKota). Kalau boleh saya minta nomor kontak mas Martono, kapan waktu kita ketemuan. Ini blok saya : http://www.apatcartoon.blogspot.com. Balas surat saya ke email saya saja : apat_022002@yahoo.com

  • Saya pengagum coretan2 mas, pertama lihat di tabloid humor idola(”almarhum”) dulu setiap ada coretan mas pasti saya gunting buat referensi kebetulan sy suka buat kartun, kadang sy suka meniru gaya coretan mas yg simpel tp enak di lihat, saya berharap mas membuat buku kumpulan kartun mau ide lama atau yg baru seperti buku nya jitet, jaya suprana, kirno,atau hanung bola kuncoro…pasti saya akan cari…salam kenal dari saya.

  • Makasih banyak. Senang bisa berkenalan. Saya ngartunnya nggak bisa maksimal seperti teman-teman yang lain sehingga nggak ngetop dikalangan kartunis yang lain. Tapi makasih atas sanjungannya.

  • Salam perkenalan. Saya baru tahu secara jelas dan detail tentang yang berinitial Martono itu baru sekarang, setelah saya baca di bloger bapak. Menarik dan asyik. Cukup lengkap, bila tidak bisa dikatakan lengkap.
    Ternyata bapatk adalah kartunis senior, yang sudah lama malang-melintang di dunia per-kartunan.

    Salam kenal dari saya. Saya juga senang akan dunia perkartunan.

    Sukses selalu buat bapak.

  • Malang melintang? Kok seperti dunia persilatan (saya penggemar cersil Api di Bukit Menoreh). Saya memang lama di dunia kartun, tapi nggak intens. Kadang keinginan mengartun menggebu, tapi terkendala waktu dan rasa malas. Itu sebabnya saya membuat blog ini, supaya ada yang mengingatkan saya bahwa saya masih seorang kartunis, dan kewajiban seorang kartunis untuk berkarya. Makasih atas kunjungannya. Selamat datang di dunia kartun. Salam hangat…

  • Ante nggga ada tobat2nya ngartun, insaf dong! semenjak aku SMP 212 hingga kini terus aja ngartun, emang udah berapa hasil dari ngartun, udah jadi jutawan? heh..heh.. halo pak guru masih kenal aku nggak, aku sekarang juga masih ngartun tapi go international tuh, disamping kerja, gitu. emang asik ngartun itu. Oh ya berkat ngartun juga aku sekarang bekerja disebuah penerbitan buku pelajaran, itu juga dari pengalaman jadi ngartun loh, inspirasi mungkin dari pak guru juga, saya kenal dunia ini semenjak aku masuk SMP 212. Posisiku sekarang sebagai DG diperusahaan ini. Gaji? ya udah punya rumah sendiri sekarang. heh..heheh dahhh

  • Ante nggga ada tobat2nya ngartun, insaf dong! semenjak aku SMP 212 hingga kini terus aja ngartun, emang udah berapa hasil dari ngartun, udah jadi jutawan? heh..heh.. halo pak guru masih kenal aku nggak, aku sekarang juga masih ngartun tapi go international tuh, disamping kerja, gitu. emang asik ngartun itu. Oh ya berkat ngartun juga aku sekarang bekerja disebuah penerbitan buku pelajaran, itu juga dari pengalaman jadi ngartun loh, inspirasi mungkin dari pak guru juga, saya kenal dunia ini semenjak aku masuk SMP 212. Posisiku sekarang sebagai DG diperusahaan ini. Gaji? ya udah punya rumah sendiri sekarang. heh..heheh dahhh. oh ya saya juga punya blog coba deh buka http://www.tukanggambar.multiply.com

  • wak ok nih banyak juga yang nanggap (eeee manng dangdut ) HEHEH
    mas salam kenal saya lasril cartoonis dari “SENJA” wah kalo di liat semua tampilan & artikel ok juga buat memacu para kartunis untuk buat yg seperti ini saya juga sih ada , buka http://senjacartoon.wordpress.com ……….

    nah saya juga baca tanggapan dari Muhasaan….. itu dari anggota saya …..
    saya tahu dari dia blog bapak………. slamat ya smoga sukses

  • saya sangat kagum dengan karya bapak martono, bagaimana cara menggambar kartun yang baik? maksudnya dalam proses belajar dan punya karakter? saya mau belajar dengan bapak.terima kasih. GBU

  • Wah mungkin saya lihat kartunnya mas martono sudah sejak lama, ketika di Sinar Harapan, Majalah Humor tahun 80-an. Sebenarnya awal saya masuk di dunia seni dari ngartun juga, dan sempat di muat di Suara Merdeka, Suara karya sekitar tahun 1985-1989. sempat juga bergabung dengan Pakarso (Paguyuban Kartunis Solo).Nah lucunya ketika saya pas masuk seni rupa malah ngartun saya mandeg..karena banyak tugas kampus yang sangat padat. Sekarang saya sebagai desainer grafis, begitu kirim kartun ke beberapa media jarang di muat, mungkin ide saya jarang diasah kali ya…Begitu lihat mas martono dengan 27 tahun mengartun saya jadi salut sama mas martono…mengartun tiada henti….

  • Terima kasih banyak kunjungannya mas rudy. Setia pada kartun mungkin karena saya seorang pns, sehingga nggak banyak pilihan seperti teman-teman yang lain. Salam untuk keluarga.

  • waah…walaupun belum kenal sama sekali, tapi dari gaya menanggapi komentar – komentar yang ada terlihat sangat rendah hati, jadi pengen berguru nie..

  • Mas martono pancen top,gambarnya boleh saya comot ya…
    Wah akhirnya ketemu jg ni yang aku cari,guru cartoon. Mas.. software apa ya namanya yang special buat menggambar kartun, saya coba pakai adobe Photoshop kuras luwes.. (he.. emang akunya sing ra iso). Makasih ya ditunggu jawabannya

  • salam hangat…selalu salut bwt para kartunis yang slalu memberikan sebuah perspektif yg mendalam di setiap karyanya di media massa…..kalo saya ingin menemui seseorang ,misalnya mas Tiyok bisa kontak kemena??

  • aku sih masih banyak belajar masss… masih belum hebat…
    banyak yang sudah senior2 dan sudah hebat2… aku cuma seupilnya.
    ohya, aku mau saran dikit mas… kartun mas bagus2,
    andai saja ide yang sama digarap serius dengan cat acrilik,
    (dibuat mirip lukisan) aku yakin lomba kartun internasional
    bisa dapet juara. Soale aku lakukan gitu… aku udah coba,
    kartun2 ku yang lama2 aku kumpulin terus aku garap serius,
    terus aku kirim untuk lomba. btw, Kartun yang menang di iran
    tema “Car” itu, aku udah garap sejak taun 2003…
    tapi ini sekedar usul aja sih… juga untuk teman2 yang lain,
    coba cari gambar2 yang lucu dan segar yang pernah dibuat,
    terus digambar ulang dengan serius…
    (Hmm..moga-moga sih saranku ngga diikutin…
    biar gak ada saingan kalo ikutan lomba… hehee)…

  • Salam kenal maz mar,
    kartun mas sangat bagus dan inspiratif, saya sangat hobi gambar palagi soal dunia kartun yang se olah-olah kita hidup di dunia itu, he7x…. , kadang2 kita ke habisan ide untuk berkarya, gimana caranya ya agar ide selalu menyala /ON, mohon petunjuknya….

  • Salam kenal maz mar,
    kartun mas sangat bagus dan inspiratif, saya sangat hobi gambar palagi soal dunia kartun yang se olah-olah kita hidup di dunia itu, he7x….

  • Senang sekali membaca kisah Anda.Saya sendiri sbg kartunis tapi tak sesukses Anda.Saya tunggu cerita Anda selanjutnya,syukur jika Anda mau berbagi ilmu dengan saya.

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: