
Bertahun- tahun saya menjadi kontributor ilustrasi berupa sketsa untuk majalah sastra bergengsi ini.
MAJALAH SASTRA HORISON
MAJALAH ABIN

Majalah ABIN adalah sebuah majalah anak-anak. Majalah ini membidik pasar anak-anak
Pra SD. Beberapa ilustrasi saya ada di sini.
OMBUDSMAN NEWS, SEBUAH REINKARNASI
Ombudsman News boleh dikata reinkarnasi dari Majalah Ombudsman yang berhenti terbit, boleh juga ia kelanjutan impian dari majalah Law & Order yang juga hanya sekali terbit. Tapi ia menyimpan impian sahabat baik saya, Nurkomarudin.
Membuat ilustrasi dan karikatur untuk majalah ini, memberi warna baru dalam perjalanan kekartunan saya. Semoga tetap eksis!


10 TAHUN TABLOID TOENTAS
Tanggal 10 Oktober 2008 lalu, tabloid Toentas genap 10 tahun, artinya 10 tahun pula saya mengartun di sana. Sebuah perjalanan yang panjang dan luar biasa untuk sebuah tabloid kecil seperti Toentas. Ada banyak kesan mengartun di tabloid ini, karena saya banyak bertemu dengan teman-teman baik. Saya berkenalan dengan Pak Iskandar Sultoni, yang kemudian menjadi semacam saudara. Dan juga beberapa yang lain.
Selama sepuluh tahun kantornya pun beberapa kali pindah. Bermula dari Lenteng Agung hingga akhirnya di Mampang Indah II Depok.
Sebuah tabloid gado-gado dengan menjual berita dan sex pada mulanya. Namun kemudian bergeser menjadi tabloid berita. Memakai slogan yang ‘gagah berani’ : JANGAN GENTAR BICARA BENAR! Apakah isinya segagah slogannya? Silakan kunjungi www.toentas.com
MAJALAH ANAK BINTARO
“ANAK BINTARO”, adalah sebuah free magazine, majalah ini mencoba melengkapi majalah gratis yang beredar di kawasan Bintaro seperti KICAU BINTARO, METRO dan beberapa majalah komunitas Bintaro lainnya. Membidik pasar anak-anak, dengan rentang umur pra sekolah hingga kelas 3. saya, aru dan pak asrizal mencoba membangun kembali majalah ini yang dulu pernah terbit. sebelumnya majalah ini ada di sisipan Kicau Bintaro Tidak berharap banyak, tetapi kembali kiprah saya dalam dunia anak membuat saya nyaman.
Cover yang saya upload di sini adalah cover Anak Bintaro edisi perdana. Di majalah ini saya menulis rubrik Jendela yang berisikan pengetahuan populer yang mengangkat kisah Walt Disney, menggambar komik anak tentang seekor lebah yang rakus dan beberapa rubrik dan ilustrasi lain.
MENJADI REDPEL MAJALAH ANDAKA LAGI

Tiga tahun sudah saya meninggalkan majalah Andaka, sebuah majalah anak-anak setingkat sekolah dasar. Tiba-tiba pada hari Senin, 12 Mei 2008 yang lalu saya mendapat telepon untuk menjadi redpel kembali.
Antara senang dan tidak, senang karena saya bisa kembali menulis dan menggambar untuk anak-anak. Tidak karena waktu saya kembali tersita. Semoga saya memiliki kekuatan di tengah kesibukan.
Ketika aku berada di dunia yang tak terduga
Makna Sebuah Titipan
(WS Rendra)
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”
KETIKA SAYA BERADA DI DUNIA YANG TAK TERDUGA
Tiba-tiba saya berada dunia yang tak terduga. Dunia kartun mengartun. Lebih dari seperempat abad saya di sana, dunia yang tak pernah saya mengerti mengapa saya ada di dalamnya.
Saya seorang guru matematika di SMP Negeri 212 Jakarta. Dua dunia yang kata orang saling berseberangan. Tetapi ternyata dua dunia yang berbeda ini justru memberi saya semacam katup penyelamat dalam kejenuhan. Tak semua orang memilikinya. Saya bangga, saya menikmatinya.
Perjalanan dunia kartun saya demikian panjang, terkadang melelahkan, terkadang penuh debar, terkadang penuh senyuman, terkadang pula tragis. Proses pembelajaran yang tak saya dapatkan di bangku sekolah, memperkaya pengalaman hidup saya, mungkin bisa menjadikan orang lain, terutama kartunis muda yang seringkali putus asa karena tersandung kegagalan dan kemudian terjerembab dan tak bangun lagi, sebagai semacam guru langsung, guru hidup, sehingga tak merasa apa yang telah dilakukannya tak dirasa sebagai sebuah kegagalan total.
Saya bukanlah seorang kartunis yang tumbuh dari latar belakang pendidikan seni rupa atau semacamnya. Saya belajar sendiri, dengan sedikit bakat, dengan semangat nekat.
Saya tak pernah merasa puas, apalagi merasa berada di puncak. Karena memang saya tak mungkin mendapatkan itu dengan modal pengetahuan yang saya miliki. Bukan kualitas karya yang ingin saya tularkan, tetapi semangat untuk bertahan dalam dunia mengartun. Banyak kartunis hebat dengan bakat alam yang luar biasa dan memiliki kesempatan pula untuk tumbuh kembang. Mereka bukanlah saingan saya, itu sebabnya saya senantiasa mencari pasar yang orang tak pernah meliriknya.
Saya ingat kata Darminto M Sudarmo, seorang pengamat kartun terkenal Indonesia, bagaimana saya tiba-tiba muncul di sebuah media kecil, tiba-tiba juga muncul di Kompas. “ Heran saya dengan Anda, blusak-blusuk (keluar masuk) kemana saja.” Apa yang dia katakan bukanlah semacam pujian bagi karya-karya saya, tetapi justru semacam pujian bagi semangat saya dalam dedikasi saya bagi dunia kartun.
Sungguh, saya akan senang jika saya bisa berbagi dengan orang lain. Ilmu sih tak seberapa, tetapi pengalaman panjang, semangat bertahan, dan mensiasati hidup, insyaallah itu saya miliki. Salam kartun!
kartunku
Aku ingin mengumpulkan kartun-kartunku sebagai sebuah catatan perjalanan panjang. Mungkin tidak menarik, mungkin jauh dari layak. Tapi semoga ada manfaatnya, bagi kartunis lain, paling tidak bagi diriku sendiri.









